Prakarya merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam kurikulum pendidikan menengah, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Mata pelajaran ini tidak hanya bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal di masa depan. Salah satu cabang prakarya yang menarik dan sarat potensi adalah bidang bahan tekstil.
Semester 2 kelas X menjadi fase krusial di mana siswa diharapkan telah menguasai dasar-dasar, dan mulai mendalami berbagai teknik serta aplikasi bahan tekstil. Materi yang diajarkan biasanya mencakup pengenalan jenis-jenis serat tekstil, teknik dasar menjahit, desain sederhana, hingga produk-produk kerajinan tekstil yang lebih kompleks. Untuk mengukur pemahaman dan kemampuan siswa, evaluasi dalam bentuk soal menjadi sangat relevan.
Artikel ini akan menyajikan serangkaian contoh soal Prakarya semester 2 kelas X dengan fokus pada bahan tekstil. Soal-soal ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman konsep, identifikasi bahan, teknik pengerjaan, hingga aspek kewirausahaan sederhana. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada siswa, guru, maupun orang tua mengenai cakupan materi yang mungkin diujikan dan membantu siswa mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Bagian I: Pilihan Ganda
Bagian ini menguji pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar dan pengetahuan umum terkait bahan tekstil.

-
Salah satu ciri utama serat alami dari tumbuhan adalah:
a. Sifatnya yang cenderung kaku dan mudah kusut.
b. Kemampuannya menyerap air dengan baik dan terasa sejuk di kulit.
c. Sifatnya yang tahan terhadap panas tinggi saat disetrika.
d. Kemampuannya untuk terurai secara alami dalam jangka waktu yang sangat lama. -
Jenis serat tekstil yang berasal dari hewan dan memiliki sifat halus, lembut, dan hangat adalah:
a. Katun
b. Wol
c. Poliester
d. Sutera -
Bahan tekstil yang paling umum digunakan untuk pembuatan pakaian sehari-hari karena sifatnya yang nyaman, mudah dirawat, dan terjangkau adalah:
a. Sutera
b. Wol
c. Katun
d. Linen -
Proses membuat kain dari benang yang saling terkait dalam pola tertentu disebut:
a. Menenun (Weaving)
b. Merajut (Knitting)
c. Menggulung (Winding)
d. Melipat (Folding) -
Dalam pembuatan kerajinan tekstil, "motif" merujuk pada:
a. Jenis bahan dasar yang digunakan.
b. Pola atau gambar yang diaplikasikan pada permukaan kain.
c. Alat yang digunakan untuk menjahit.
d. Ukuran keseluruhan produk yang dibuat. -
Teknik dasar menjahit yang menghasilkan jahitan yang rapi dan kuat untuk menyambung dua potong kain adalah:
a. Jahitan tikam jejak (Running stitch)
b. Jahitan feston (Blanket stitch)
c. Jahitan mesin (Machine stitch)
d. Jahitan silang (Cross stitch) -
Ketika merancang sebuah produk kerajinan tekstil, langkah pertama yang paling penting adalah:
a. Memilih bahan yang paling mahal.
b. Menentukan fungsi dan target pengguna produk.
c. Memulai proses produksi secepat mungkin.
d. Mencontoh produk yang sudah ada tanpa modifikasi. -
Salah satu kelebihan menggunakan bahan tekstil sintetis seperti poliester adalah:
a. Sifatnya yang mudah terurai dan ramah lingkungan.
b. Kemampuannya menyerap keringat dengan sangat baik.
c. Ketahanan terhadap kusut dan perubahan bentuk.
d. Teksturnya yang sangat lembut dan mewah. -
Proses dekorasi kain dengan menambahkan aplikasi dari bahan lain seperti kain perca atau benang berwarna disebut:
a. Bordir (Embroidery)
b. Aplikasi (Applique)
c. Batik
d. Tenun -
Dalam konteks kewirausahaan sederhana produk tekstil, "nilai tambah" dapat diciptakan melalui:
a. Menjual produk dengan harga paling murah.
b. Menggunakan bahan baku berkualitas rendah.
c. Memberikan desain yang unik dan inovatif.
d. Memproduksi dalam jumlah yang sangat besar tanpa memperhatikan permintaan.
Bagian II: Isian Singkat
Bagian ini menguji kemampuan siswa untuk memberikan jawaban yang ringkas dan tepat berdasarkan pemahaman materi.
- Serat yang berasal dari getah tumbuhan, contohnya adalah rami dan linen, termasuk dalam kategori serat ___________.
- Kain yang dibuat dengan cara mengaitkan benang satu sama lain menggunakan jarum rajut disebut kain hasil ___________.
- Alat yang digunakan untuk memotong kain dengan presisi saat membuat pola adalah ___________.
- Teknik pewarnaan kain tradisional Indonesia yang menggunakan lilin sebagai penahan warna adalah ___________.
- Produk kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai penutup kepala adalah ___________.
- Salah satu jenis jahitan tangan yang digunakan untuk merapikan tepi kain agar tidak berjumbai adalah jahitan ___________.
- Saat membuat pola, istilah "garis panggung" atau "garis sumbu" merujuk pada garis yang berfungsi untuk ___________.
- Bahan yang digunakan untuk melapisi bagian dalam sebuah tas agar lebih kokoh disebut ___________.
- Proses mengukur dan memotong kain sesuai dengan pola yang telah dibuat disebut tahap ___________.
- Dalam berwirausaha, menetapkan harga jual produk perlu mempertimbangkan biaya produksi dan ___________ yang diinginkan.
Bagian III: Uraian Singkat
Bagian ini meminta siswa untuk menjelaskan konsep, proses, atau memberikan contoh secara lebih mendalam.
- Jelaskan perbedaan mendasar antara serat alami dan serat sintetis, serta berikan masing-masing dua contohnya!
- Sebutkan dan jelaskan dua teknik dasar dalam pembuatan kain dari benang!
- Mengapa perencanaan desain produk kerajinan tekstil dianggap penting sebelum memulai proses produksi?
- Jelaskan fungsi dari jahitan dasar "running stitch" (tikam jejak) dan "backstitch" (tusuk balik) dalam menjahit!
- Bagaimana proses singkat pembuatan produk kerajinan tekstil sederhana, misalnya tas totebag dari kain katun? Jelaskan tahapan utamanya!
- Sebutkan tiga jenis bahan tambahan (aksesori) yang sering digunakan dalam kerajinan tekstil dan jelaskan fungsinya masing-masing!
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan "desain produk yang ergonomis" dalam konteks kerajinan tekstil!
- Mengapa penting untuk melakukan uji coba atau prototipe sebelum memproduksi kerajinan tekstil dalam jumlah banyak?
- Jelaskan bagaimana cara merawat produk kerajinan tekstil dari bahan wol agar tetap awet dan tidak rusak!
- Dalam konteks kewirausahaan, jelaskan pentingnya "segmentasi pasar" dalam memasarkan produk kerajinan tekstil!
Bagian IV: Soal Studi Kasus/Analisis
Bagian ini dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam menganalisis situasi, menerapkan pengetahuan, dan membuat keputusan.
Studi Kasus 1:
Andi ingin membuat sebuah topi rimba untuk kegiatan pramuka. Ia memiliki pilihan bahan sebagai berikut:
- Kain katun drill: kuat, tebal, dan agak kaku.
- Kain parasut: ringan, tipis, dan tahan air.
- Kain sutera: halus, lembut, dan tidak menyerap air.
- Berdasarkan kebutuhan topi rimba yang biasanya digunakan di luar ruangan dan membutuhkan ketahanan, bahan manakah yang paling sesuai dipilih oleh Andi? Jelaskan alasanmu!
- Jika Andi ingin menambahkan motif sederhana berupa gambar peta di bagian depan topi, teknik dekorasi apa yang paling mudah diaplikasikan oleh pemula? Jelaskan langkah singkatnya!
- Selain bahan utama, aksesoris apa saja yang mungkin dibutuhkan Andi untuk menyelesaikan topi rimba tersebut?
Studi Kasus 2:
Kelompok 3 kelas X sedang merancang produk kerajinan tekstil berupa sarung bantal dekoratif untuk dijual di bazar sekolah. Mereka memiliki beberapa ide motif dan aplikasi.
- Salah satu anggota kelompok mengusulkan untuk menggunakan teknik bordir tangan dengan benang emas untuk membuat motif bunga-bunga. Menurutmu, apakah teknik ini cocok untuk sarung bantal dekoratif yang akan dijual di bazar sekolah? Berikan pertimbanganmu dari segi waktu pengerjaan, biaya, dan daya tarik produk!
- Kelompok lain ingin membuat sarung bantal dengan teknik aplikasi menggunakan kain perca berbagai warna. Bagaimana cara agar aplikasi kain perca tersebut terlihat rapi dan kuat menempel pada sarung bantal utama? Sebutkan setidaknya dua metode yang bisa digunakan!
- Jika produk sarung bantal ini akan dijual seharga Rp 50.000, dan Andi (salah satu anggota) menghitung bahwa biaya produksi per sarung bantal adalah Rp 30.000, berapakah keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan? Jelaskan konsep dasar perhitungan keuntungan!
Kunci Jawaban (Contoh)
Bagian I: Pilihan Ganda
- b, 2. b, 3. c, 4. a, 5. b, 6. c, 7. b, 8. c, 9. b, 10. c
Bagian II: Isian Singkat
- serat tumbuhan, 12. rajut, 13. gunting kain, 14. batik, 15. topi/syal/scraf, 16. zig-zag/feston, 17. melipat kain agar pola simetris, 18. lapisan pengeras/interlining, 19. pemotongan kain, 20. margin keuntungan.
Bagian III: Uraian Singkat
(Jawaban bervariasi namun harus mencakup poin-poin kunci yang relevan)
- Serat alami berasal dari alam (tumbuhan/hewan), mudah terurai, contoh: katun, wol. Serat sintetis buatan manusia, tahan lama, tidak mudah terurai, contoh: poliester, nilon.
- Menenun (weaving): menyilangkan benang lungsin dan pakan. Merajut (knitting): mengaitkan benang menjadi satu rangkaian.
- Perencanaan desain penting untuk menentukan fungsi, estetika, target pasar, bahan yang dibutuhkan, dan menghindari pemborosan.
- Running stitch: jahitan sementara atau dekoratif. Backstitch: jahitan kuat menyerupai jahitan mesin.
- Perencanaan pola -> pemotongan kain -> penjahitan sisi tas -> penjahitan alas tas -> pembuatan tali/handle -> pemasangan tali -> finishing.
- Kancing (penguat/dekorasi), ritsleting (penutup), manik-manik (dekorasi), pita (dekorasi/pengikat).
- Desain yang nyaman, aman, dan sesuai dengan fungsi tubuh pengguna.
- Untuk menguji kelayakan desain, kekuatan konstruksi, kenyamanan penggunaan, dan efisiensi produksi sebelum produksi massal.
- Hindari mencuci dengan mesin, cuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut, jangan diperas terlalu kuat, jemur di tempat teduh, hindari sinar matahari langsung, simpan dengan dilipat.
- Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang memiliki kebutuhan atau karakteristik serupa. Ini membantu dalam menentukan target audiens yang tepat untuk produk tekstil agar pemasaran lebih efektif.
Bagian IV: Soal Studi Kasus/Analisis
- Kain katun drill. Alasan: kuat, tebal, dan agak kaku sehingga kokoh untuk topi rimba yang sering digunakan di luar ruangan dan butuh perlindungan.
- Teknik aplikasi atau sablon sederhana. Langkah singkat: membuat pola gambar di kertas, memotongnya, lalu menempelkan atau menjahitkan ke topi, atau mencetak menggunakan cat sablon.
- Benang, jarum, paku keling (jika ada lubang ventilasi), atau pita untuk hiasan.
- Kurang cocok jika untuk bazar sekolah yang membutuhkan kecepatan produksi dan harga terjangkau. Bordir tangan emas membutuhkan waktu lama dan biaya benang lebih mahal. Lebih cocok jika fokus pada kualitas premium.
- Menggunakan jahitan mesin yang kuat (misalnya tusuk balik/backstitch) atau menggunakan lem kain khusus tekstil yang aman dan kuat.
- Keuntungan per sarung bantal adalah Rp 50.000 (harga jual) – Rp 30.000 (biaya produksi) = Rp 20.000.
Penutup
Contoh soal di atas hanyalah sebuah gambaran dan dapat disesuaikan oleh guru pengampu mata pelajaran Prakarya sesuai dengan materi spesifik yang telah diajarkan di kelas. Penting bagi siswa untuk tidak hanya menghafal jawaban, tetapi memahami konsep di baliknya. Keterampilan dalam mengolah bahan tekstil, kreativitas dalam berdesain, dan pemahaman dasar kewirausahaan akan menjadi bekal berharga bagi siswa di masa depan. Dengan latihan dan pemahaman yang baik, siswa dapat menguasai materi bahan tekstil dengan optimal.