Prakarya merupakan mata pelajaran yang unik dan esensial dalam kurikulum SMP. Bukan sekadar teori, prakarya melatih siswa untuk berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan mengembangkan keterampilan praktis yang kelak akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun jenjang pendidikan selanjutnya. Semester 2 kelas 8 SMP biasanya menyajikan materi yang lebih mendalam dan menantang, mencakup berbagai aspek mulai dari kerajinan tangan, rekayasa, budidaya, hingga pengolahan hasil pertanian dan perikanan.
Untuk membantu siswa memahami dan mempersiapkan diri menghadapi penilaian akhir semester, artikel ini akan menyajikan berbagai contoh soal prakarya SMP kelas 8 semester 2 yang mencakup berbagai topik. Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman konseptual, kemampuan analisis, serta keterampilan aplikasi materi yang telah dipelajari.
Memahami Ruang Lingkup Materi Prakarya Kelas 8 Semester 2
Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita tinjau kembali garis besar materi yang umumnya diajarkan pada semester 2 kelas 8. Topik-topik ini dapat sedikit bervariasi antar sekolah, namun umumnya meliputi:
- Kerajinan Tangan Berbasis Sumber Daya Alam Lokal: Fokus pada pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti tanah liat, kayu, bambu, serat alam, batu, atau daun kering. Siswa belajar tentang karakteristik bahan, teknik pengolahan, dan prinsip desain kerajinan.
- Rekayasa Sederhana (Teknologi Tepat Guna): Melibatkan perancangan dan pembuatan alat atau produk sederhana yang memiliki fungsi praktis untuk memecahkan masalah sehari-hari. Ini bisa mencakup alat bantu rumah tangga, mainan edukatif, atau alat sederhana untuk kegiatan budidaya.
- Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura: Mempelajari teknik dasar penanaman, perawatan, hingga panen tanaman pangan atau sayuran. Fokus pada pemilihan bibit unggul, media tanam, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pentingnya sanitasi lingkungan.
- Budidaya Ikan Konsumsi: Mengenal jenis-jenis ikan konsumsi yang cocok dibudidayakan, persiapan kolam atau wadah, pemilihan benih, pemberian pakan, pemantauan kualitas air, dan penanganan penyakit.
- Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan: Mempelajari teknik pengolahan berbagai hasil pertanian (misalnya buah, sayuran, umbi-umbian) dan perikanan (ikan, udang, rumput laut) menjadi produk pangan yang bernilai tambah, tahan lama, dan memiliki daya tarik pasar. Ini mencakup pengeringan, pengasinan, fermentasi, pengalengan, dan pembuatan produk olahan lainnya.
Dengan memahami cakupan materi ini, siswa dapat lebih terarah dalam belajar dan mempersiapkan diri untuk menjawab berbagai jenis soal.
Contoh Soal Pilihan Ganda
Soal pilihan ganda dirancang untuk menguji pemahaman siswa terhadap konsep, definisi, dan fakta-fakta penting dalam mata pelajaran prakarya.
Soal 1 (Kerajinan Tangan):
Salah satu teknik pembentukan tanah liat yang menghasilkan tekstur halus dan rata adalah dengan menggunakan alat bernama…
a. Kuas
b. Roller
c. Pisau pahat
d. Benang
Jawaban: b. Roller
Pembahasan: Roller tanah liat digunakan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan tanah liat, baik sebelum dibentuk maupun setelah proses pembentukan dasar. Kuas biasanya untuk pewarnaan, pisau pahat untuk ukiran detail, dan benang tidak umum digunakan untuk pembentukan tanah liat.
Soal 2 (Rekayasa Sederhana):
Prinsip utama dalam merancang "teknologi tepat guna" adalah…
a. Menggunakan teknologi paling canggih dari luar negeri.
b. Menyesuaikan dengan kebutuhan, sumber daya, dan kemampuan masyarakat setempat.
c. Memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasar internasional.
d. Mengutamakan estetika daripada fungsi.
Jawaban: b. Menyesuaikan dengan kebutuhan, sumber daya, dan kemampuan masyarakat setempat.
Pembahasan: Teknologi tepat guna menekankan pada solusi yang relevan dan terjangkau bagi pengguna, bukan pada kecanggihan semata atau nilai jual tinggi yang tidak realistis.
Soal 3 (Budidaya Tanaman):
Untuk budidaya sayuran daun seperti bayam dan kangkung, jenis tanah yang ideal adalah…
a. Tanah berpasir yang kering
b. Tanah liat padat
c. Tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik
d. Tanah berkapur dengan pH tinggi
Jawaban: c. Tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik
Pembahasan: Sayuran daun membutuhkan tanah yang mampu menahan air namun tetap memiliki drainase baik, serta kaya nutrisi untuk pertumbuhan yang optimal.
Soal 4 (Budidaya Ikan Konsumsi):
Salah satu parameter penting dalam menjaga kualitas air untuk budidaya ikan konsumsi adalah kadar oksigen terlarut (DO). Tingkat DO yang rendah dapat menyebabkan…
a. Pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat
b. Ikan menjadi lebih aktif bergerak
c. Ikan mengalami stres hingga kematian massal
d. Meningkatnya nafsu makan ikan
Jawaban: c. Ikan mengalami stres hingga kematian massal
Pembahasan: Oksigen terlarut sangat krusial untuk pernapasan ikan. Kadar yang rendah akan menghambat proses respirasi, menyebabkan stres, dan bahkan kematian.
Soal 5 (Pengolahan Hasil Pertanian):
Metode pengolahan hasil pertanian yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam bahan pangan secara drastis sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan disebut…
a. Fermentasi
b. Pengasinan
c. Pengeringan
d. Pengasaman
Jawaban: c. Pengeringan
Pembahasan: Pengeringan adalah proses menghilangkan air dari bahan pangan, yang merupakan cara efektif untuk mengawetkan makanan.
Contoh Soal Esai Singkat
Soal esai singkat menguji kemampuan siswa dalam menjelaskan konsep, memberikan alasan, atau membandingkan beberapa hal secara singkat.
Soal 6 (Kerajinan Tangan):
Jelaskan perbedaan mendasar antara teknik coiling dan teknik slab dalam pembuatan kerajinan dari tanah liat! Berikan satu contoh produk yang cocok dibuat dengan masing-masing teknik tersebut!
Jawaban:
Teknik coiling adalah teknik membuat kerajinan tanah liat dengan menggulung tanah liat menjadi bentuk seperti tali, lalu menumpuk gulungan-gulungan tersebut untuk membentuk wadah atau objek. Contoh produknya adalah vas bunga atau mangkuk.
Teknik slab adalah teknik membuat kerajinan tanah liat dengan memipihkan tanah liat menjadi lempengan datar (slab), lalu menyusun lempengan-lempengan tersebut untuk membentuk objek. Contoh produknya adalah kotak perhiasan atau bingkai foto.
Soal 7 (Rekayasa Sederhana):
Mengapa penting untuk melakukan pengujian terhadap prototipe alat sederhana yang telah dibuat sebelum diproduksi massal? Sebutkan minimal dua aspek yang perlu diuji!
Jawaban:
Pengujian prototipe penting untuk memastikan bahwa alat yang dirancang benar-benar berfungsi sesuai tujuan, aman digunakan, dan efisien. Dua aspek yang perlu diuji antara lain:
- Fungsi: Apakah alat dapat melakukan tugasnya dengan baik dan efektif.
- Keamanan: Apakah alat tidak menimbulkan bahaya bagi pengguna saat dioperasikan.
- Ketahanan: Apakah alat cukup kuat dan tahan lama untuk digunakan secara berulang.
- Kemudahan Penggunaan: Apakah alat mudah dioperasikan oleh target pengguna.
Soal 8 (Budidaya Tanaman):
Apa yang dimaksud dengan "pemupukan susulan" dalam budidaya tanaman? Kapan biasanya pemupukan susulan dilakukan dan mengapa penting untuk pertumbuhan tanaman?
Jawaban:
Pemupukan susulan adalah pemberian pupuk tambahan setelah pemupukan awal saat penanaman. Pemupukan susulan biasanya dilakukan saat tanaman memasuki fase pertumbuhan aktif, seperti fase vegetatif (pertumbuhan daun dan batang) atau fase generatif (pembungaan dan pembuahan). Ini penting karena kebutuhan nutrisi tanaman meningkat seiring pertumbuhannya, dan pupuk awal mungkin sudah terserap atau berkurang ketersediaannya di dalam tanah.
Soal 9 (Budidaya Ikan Konsumsi):
Sebutkan minimal tiga cara sederhana untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam kolam ikan konsumsi!
Jawaban:
Tiga cara sederhana untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam kolam ikan:
- Menggunakan aerator: Alat ini memompa udara ke dalam air, menciptakan gelembung-gelembung yang meningkatkan pertukaran oksigen.
- Memasang kincir air: Kincir air membantu mengaduk permukaan air, meningkatkan kontak dengan udara dan mempercepat difusi oksigen.
- Menambah aliran air (sirkulasi): Memasukkan air segar dari sumber lain atau membuat aliran di dalam kolam dapat membantu membawa oksigen baru dan mengeluarkan gas berbahaya.
- Menanam tanaman air yang memproduksi oksigen: Beberapa jenis tanaman air dapat membantu menambah kadar oksigen.
Soal 10 (Pengolahan Hasil Pertanian):
Jelaskan mengapa proses pengasinan efektif untuk mengawetkan ikan. Faktor apa saja yang berperan dalam pengawetan ini?
Jawaban:
Proses pengasinan efektif mengawetkan ikan karena garam memiliki sifat higroskopis (menyerap air) dan bersifat antimikroba. Ketika ikan diasinkan, garam akan menyerap air dari dalam tubuh ikan, sehingga mengurangi ketersediaan air bagi pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, jamur) yang menyebabkan pembusukan. Selain itu, konsentrasi garam yang tinggi dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme tersebut secara langsung. Faktor yang berperan adalah:
- Penurunan kadar air: Membatasi aktivitas mikroba.
- Sifat antimikroba garam: Menghambat atau membunuh mikroba.
- Perubahan pH: Garam dapat sedikit mengubah pH lingkungan, yang juga dapat memengaruhi kelangsungan hidup mikroba.
Contoh Soal Uraian / Studi Kasus
Soal uraian atau studi kasus menguji kemampuan siswa dalam menganalisis situasi, menerapkan konsep yang dipelajari, dan menyusun argumen yang logis.
Soal 11 (Kerajinan Tangan & Pengolahan Lingkungan):
Anda tinggal di daerah pesisir yang kaya akan hasil laut seperti kerang, batok kelapa, dan pasir laut. Diskusikan bagaimana Anda dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut untuk membuat produk kerajinan tangan yang unik dan memiliki nilai jual. Jelaskan tahapan umum dalam proses pembuatannya, mulai dari pengumpulan bahan hingga finishing!
Jawaban:
Pemanfaatan sumber daya alam pesisir seperti kerang, batok kelapa, dan pasir laut dapat menghasilkan berbagai produk kerajinan yang menarik. Contoh produknya bisa berupa hiasan dinding, tempat pensil, kap lampu, tatakan gelas, atau ornamen dekoratif lainnya.
Tahapan umum proses pembuatan:
- Perencanaan Desain: Menentukan jenis produk yang akan dibuat, model, ukuran, dan motif. Mempertimbangkan bagaimana elemen kerang, batok kelapa, dan pasir laut akan dikombinasikan.
- Pengumpulan dan Persiapan Bahan:
- Kerang: Mengumpulkan kerang dari pantai, membersihkannya dari kotoran, lalu merebus atau merendamnya untuk menghilangkan bau dan mempersiapkannya agar tidak mudah lapuk.
- Batok Kelapa: Memilih batok kelapa yang sudah tua, membersihkannya dari sabut, lalu mengampelas permukaannya agar halus.
- Pasir Laut: Mengumpulkan pasir laut, mencucinya bersih, lalu mengeringkannya. Pasir bisa digunakan sebagai tekstur atau media pengisi.
- Proses Pembentukan/Perakitan:
- Misalnya, membuat kap lampu dari batok kelapa yang dibentuk, lalu ditempel kerang-kerang kecil atau pasir laut di permukaannya.
- Atau membuat tempat pensil dari batok kelapa yang dipotong, lalu bagian luarnya dihias dengan kerang dan pasir menggunakan lem yang kuat.
- Untuk hiasan dinding, bisa dibuat pola dari kerang dan pasir di atas media datar seperti kayu atau karton tebal.
- Finishing:
- Memberikan lapisan pelindung seperti pernis atau clear coat untuk memperkuat produk, memberikan kilau, dan melindungi dari kelembaban atau goresan.
- Menambahkan aksesoris lain jika diperlukan, seperti tali gantungan atau alas.
Soal 12 (Rekayasa Sederhana & Kebutuhan Masyarakat):
Bapak Budi adalah seorang petani sayuran di daerah pegunungan yang sering mengalami kesulitan saat menyiram tanamannya di lahan yang berundak-undak. Buatlah rancangan sederhana sebuah alat bantu penyiram yang dapat memudahkan pekerjaan Bapak Budi, dengan mempertimbangkan prinsip teknologi tepat guna. Jelaskan komponen utama alat tersebut dan cara kerjanya!
Jawaban:
Mengingat kondisi lahan berundak-undak, alat penyiram yang efektif adalah yang bisa menjangkau area yang lebih luas tanpa perlu banyak memindahkan posisi selang atau ember. Prinsip teknologi tepat guna mengutamakan kesederhanaan, efektivitas, dan keterjangkauan.
Rancangan Alat Bantu Penyiram: Alat Penyiram Beroda dengan Pipa Ekstensi.
Komponen Utama:
- Wadah Air (Tangki Mini): Sebuah jerigen bekas berukuran sedang (sekitar 10-20 liter) yang bersih. Jerigen ini akan diisi air.
- Roda: Dua buah roda berukuran sedang yang dipasang di bagian bawah jerigen agar mudah dipindahkan. Roda bisa diambil dari gerobak dorong bekas atau dibuat dari bahan yang kokoh.
- Selang dan Pompa Tangan Sederhana: Selang fleksibel yang disambungkan ke jerigen, dan di ujung selang dipasang pompa tangan sederhana (misalnya pompa semprotan nyamuk yang dimodifikasi) atau katup yang memungkinkan aliran air terkontrol.
- Pipa Ekstensi (Tongkat Penyiram): Sebuah pipa PVC ringan atau bambu yang cukup panjang (misalnya 1-1.5 meter) yang disambungkan ke ujung selang. Ujung pipa ini bisa diberi lubang-lubang kecil untuk menyemprotkan air secara merata atau dihubungkan dengan nozzle semprotan.
Cara Kerja:
- Jerigen diisi air dan ditutup rapat.
- Alat didorong menggunakan roda ke dekat area tanaman yang akan disiram.
- Dengan menggunakan pompa tangan, air dalam jerigen akan tertekan dan mengalir keluar melalui selang dan pipa ekstensi.
- Petani dapat mengarahkan pipa ekstensi untuk menyiram tanaman di area yang berundak-undak tanpa harus membungkuk terlalu dalam atau memindahkan selang terlalu sering. Panjang pipa ekstensi membantu menjangkau area yang agak jauh atau di ketinggian yang berbeda.
Alat ini sederhana, memanfaatkan bahan bekas, dan memudahkan petani dalam proses penyiraman, sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna.
Soal 13 (Budidaya & Pengolahan Hasil Pertanian):
Seorang petani ingin membudidayakan tanaman tomat di lahan seluas 100 m². Dia memiliki beberapa pertanyaan terkait proses budidaya dan potensi pengolahan hasil panennya.
a. Jelaskan langkah-langkah persiapan lahan yang perlu dilakukan petani tersebut sebelum menanam bibit tomat!
b. Sebutkan minimal tiga jenis produk olahan dari tomat yang memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan oleh petani tersebut!
Jawaban:
a. Persiapan Lahan:
- Pembersihan Lahan: Membersihkan lahan dari gulma, sisa tanaman sebelumnya, batu-batuan, dan sampah.
- Pembajakan/Pencangkulan: Mengolah tanah agar gembur dan aerasi baik. Kedalaman pengolahan sekitar 20-30 cm.
- Pengapuran (jika diperlukan): Jika pH tanah terlalu asam, dilakukan pengapuran dengan dolomit untuk menaikkan pH tanah ke kisaran optimal (6.0-6.8) bagi tomat.
- Pemberian Pupuk Dasar: Memberikan pupuk organik (kompos, pupuk kandang) dan pupuk anorganik (misalnya NPK) untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik dicampurkan merata ke dalam tanah, sedangkan pupuk anorganik bisa diletakkan di larikan tanam.
- Pembuatan Bedengan/Larikan: Membuat bedengan dengan ukuran yang sesuai (lebar sekitar 80-100 cm, tinggi 20-30 cm) dengan jarak antar bedengan untuk drainase yang baik.
- Pemasangan Mulsa (opsional): Pemasangan mulsa plastik hitam perak dapat membantu menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, dan mengurangi penyakit.
- Penyiapan Lubang Tanam: Membuat lubang tanam sesuai jarak tanam yang direkomendasikan (misalnya 60×70 cm).
b. Produk Olahan Tomat Bernilai Tambah:
- Saus Tomat: Dibuat dari tomat segar yang direbus, dihaluskan, dibumbui, dan dikemas.
- Selai Tomat: Menggunakan tomat sebagai bahan dasar, dimasak dengan gula dan bahan pengental hingga membentuk tekstur selai.
- Jus Tomat: Tomat segar diperas atau diblender untuk diambil sarinya, kemudian dikemas.
- Tomat Kering (Sun-dried Tomatoes): Tomat diiris dan dikeringkan (bisa dengan sinar matahari atau oven) untuk dikonsumsi sebagai camilan atau bahan masakan.
- Keripik Tomat: Irisan tomat yang diolah menjadi keripik dengan penambahan bumbu.
- Produk Fermentasi: Misalnya, saus sambal tomat fermentasi atau acar tomat.
Penutup
Contoh soal di atas mencakup berbagai aspek materi prakarya kelas 8 semester 2. Penting bagi siswa untuk tidak hanya menghafal jawaban, tetapi memahami konsep di baliknya, alasan di balik suatu teknik, dan bagaimana mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Latihan soal secara rutin, diskusi dengan guru dan teman, serta praktik langsung adalah kunci utama untuk menguasai mata pelajaran prakarya. Semoga artikel ini bermanfaat dalam mempersiapkan siswa meraih hasil terbaik dalam penilaian akhir semester!