Mengasah Kreativitas dan Keterampilan: Contoh Soal Prakarya Semester 2 Kelas VIII

Mengasah Kreativitas dan Keterampilan: Contoh Soal Prakarya Semester 2 Kelas VIII

Prakarya merupakan mata pelajaran yang tak hanya menguji pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan praktis dan kreativitas siswa. Di semester 2 kelas VIII, materi prakarya biasanya mencakup berbagai bidang seperti kerajinan tangan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Memahami berbagai jenis soal yang mungkin dihadapi akan membantu siswa mempersiapkan diri dengan lebih baik, tidak hanya untuk ulangan harian atau penilaian akhir semester, tetapi juga untuk mengembangkan potensi diri mereka.

Artikel ini akan menyajikan contoh-contoh soal prakarya semester 2 kelas VIII yang mencakup berbagai aspek materi, dilengkapi dengan penjelasan mendalam mengenai konsep di baliknya. Tujuannya adalah agar siswa dapat memahami logika di balik pertanyaan, bukan sekadar menghafal jawaban.

Bagian 1: Kerajinan Tangan (Teknik, Bahan, dan Desain)

Bidang kerajinan tangan adalah salah satu fokus utama dalam prakarya. Siswa diajak untuk mengenal berbagai bahan, teknik pengolahan, serta prinsip-prinsip desain yang baik.

Contoh Soal 1 (Pilihan Ganda):

Mengasah Kreativitas dan Keterampilan: Contoh Soal Prakarya Semester 2 Kelas VIII

Salah satu prinsip desain kerajinan yang menekankan keseimbangan antara proporsi dan penempatan elemen-elemen dalam sebuah karya adalah:
a. Harmoni
b. Keseimbangan (Balance)
c. Kontras
d. Irama (Rhythm)

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip dasar desain dalam kerajinan.

  • Harmoni adalah keserasian antara unsur-unsur yang berbeda dalam satu kesatuan.
  • Keseimbangan (Balance) merujuk pada distribusi berat visual atau fisik dalam sebuah karya agar terasa stabil dan tidak berat sebelah. Ini bisa berupa keseimbangan simetris (kiri dan kanan sama) atau asimetris (tidak sama tapi tetap terasa seimbang).
  • Kontras adalah perbedaan mencolok antara dua unsur, seperti terang dan gelap, kasar dan halus, besar dan kecil, yang digunakan untuk menarik perhatian.
  • Irama (Rhythm) adalah pengulangan elemen desain secara teratur atau bervariasi untuk menciptakan kesan gerakan atau aliran.

Dalam konteks soal ini, Keseimbangan (Balance) adalah yang paling tepat menggambarkan penekanan pada proporsi dan penempatan elemen untuk menciptakan stabilitas visual.

Contoh Soal 2 (Uraian Singkat):

Jelaskan dua teknik dasar dalam mengolah serat alam untuk dijadikan kerajinan tangan! Sebutkan masing-masing satu contoh kerajinan yang dihasilkan dari teknik tersebut!

Pembahasan:

Soal uraian ini menuntut siswa untuk tidak hanya menyebutkan teknik, tetapi juga menjelaskan dan memberikan contoh konkret.

  • Teknik Menganyam: Teknik ini melibatkan persilangan bahan serat secara teratur untuk membentuk lembaran atau struktur tiga dimensi. Contoh bahan yang dianyam adalah rotan, pandan, atau bambu.
    • Contoh Kerajinan: Tikar, tas anyaman, topi anyaman, keranjang.
  • Teknik Menjahit/Merajut: Teknik ini menggunakan jarum dan benang (menjahit) atau pengait (merajut) untuk menyambungkan atau membentuk serat menjadi sebuah karya. Benang yang digunakan bisa berasal dari kapas, wol, atau serat sintetis.
    • Contoh Kerajinan: Pakaian rajut, syal rajut, boneka kain, tas jahit.
  • Teknik Menggiling/Menumbuk: Teknik ini digunakan untuk mengubah bentuk serat kasar menjadi lebih halus atau membentuknya menjadi adonan, misalnya pada pembuatan kertas dari bubur kertas atau kerajinan dari sabut kelapa yang diolah.
    • Contoh Kerajinan: Kertas daur ulang, keset dari sabut kelapa.

Jawaban yang baik akan mencakup penjelasan singkat tentang cara kerja teknik tersebut dan menyebutkan contoh kerajinan yang relevan.

Contoh Soal 3 (Menjodohkan):

Jodohkan jenis bahan serat alam dengan kerajinan yang umum dibuat darinya:

Bahan Serat Alam Kerajinan
1. Rotan A. Kain Perca
2. Bambu B. Anyaman Tas, Kursi
3. Kapas C. Topi, Tikar, Keranjang
4. Kain Perca D. Benang untuk Pakaian, Boneka Kain

Pembahasan:

Soal menjodohkan menguji pengetahuan siswa tentang asosiasi antara bahan baku dan produk akhir.

  • Rotan (1) sangat fleksibel dan kuat, cocok untuk membuat mebel dan kerajinan anyaman yang kokoh seperti tas, kursi, atau keranjang (B).
  • Bambu (2) memiliki tekstur yang unik dan mudah dibentuk, sering digunakan untuk kerajinan seperti topi, tikar, atau keranjang (C).
  • Kapas (3) adalah serat yang lembut dan mudah diolah menjadi benang, bahan dasar untuk pakaian, kain, dan boneka kain (D).
  • Kain Perca (4) adalah sisa-sisa kain yang bisa dijahit kembali menjadi produk baru, seperti taplak meja, sarung bantal, atau kerajinan aplikasi (A).

Kunci jawaban: 1-B, 2-C, 3-D, 4-A.

Bagian 2: Rekayasa (Konsep Dasar dan Penerapan)

Bidang rekayasa dalam prakarya kelas VIII biasanya berfokus pada pengenalan konsep dasar mekanika, kelistrikan sederhana, atau benda-benda yang memanfaatkan prinsip-prinsip tersebut.

Contoh Soal 4 (Pilihan Ganda):

Sebuah rangkaian listrik sederhana yang terdiri dari baterai, kabel, dan lampu akan menyala jika:
a. Rangkaian terbuka
b. Rangkaian terputus
c. Rangkaian tertutup
d. Ada sambungan yang longgar

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman dasar tentang cara kerja rangkaian listrik.

  • Rangkaian Terbuka berarti ada jeda dalam aliran listrik, sehingga arus tidak dapat mengalir dan lampu tidak menyala.
  • Rangkaian Tertutup adalah kondisi di mana jalur aliran listrik dari sumber daya (baterai) kembali ke sumber daya tanpa terputus, memungkinkan arus mengalir dan menghidupkan lampu.
  • Rangkaian Terputus dan Sambungan yang Longgar adalah contoh dari rangkaian yang tidak tertutup, sehingga listrik tidak dapat mengalir.

Jadi, jawaban yang benar adalah c. Rangkaian tertutup.

Contoh Soal 5 (Uraian Singkat):

Sebutkan dua jenis energi yang umumnya dimanfaatkan dalam benda-benda rekayasa sederhana yang dibuat siswa kelas VIII! Berikan masing-masing satu contoh benda rekayasa yang menggunakan energi tersebut!

Pembahasan:

Soal ini meminta siswa mengidentifikasi sumber energi yang umum digunakan dalam proyek prakarya rekayasa.

  • Energi Listrik: Energi ini sangat umum digunakan dalam proyek-proyek rekayasa sederhana. Sumbernya bisa dari baterai atau adaptor.
    • Contoh Benda Rekayasa: Lampu hias sederhana yang dihubungkan dengan baterai, kipas angin mini bertenaga baterai, alarm sederhana.
  • Energi Mekanik (Gerak): Energi ini berkaitan dengan gerakan benda. Sumbernya bisa dari putaran roda, pegas, atau tuas.
    • Contoh Benda Rekayasa: Mobil-mobilan yang digerakkan dengan karet, mainan yang menggunakan mekanisme engkol, katapel sederhana.
  • Energi Panas: Meskipun kurang umum sebagai sumber utama, energi panas bisa dimanfaatkan.
    • Contoh Benda Rekayasa: Alat sederhana yang memanfaatkan panas untuk tujuan tertentu (misal: pemanas air sederhana dengan elemen pemanas).

Jawaban yang baik akan menyebutkan dua jenis energi yang berbeda dan memberikan contoh benda yang jelas memanfaatkan energi tersebut.

Contoh Soal 6 (Penerapan Konsep):

Seorang siswa ingin membuat sebuah robot sederhana yang dapat bergerak maju mundur. Ia memiliki motor DC, baterai, dan beberapa roda. Jelaskan langkah-langkah dasar yang perlu dia lakukan untuk menghubungkan komponen-komponen tersebut agar robot dapat bergerak!

Pembahasan:

Soal ini menguji kemampuan siswa dalam menerapkan konsep rangkaian listrik dan mekanika dasar.

  1. Menyiapkan Sumber Energi: Pastikan baterai terisi penuh dan memiliki tegangan yang sesuai dengan motor DC.
  2. Menghubungkan Motor DC ke Baterai: Sambungkan kabel dari terminal positif baterai ke salah satu terminal motor DC, dan kabel dari terminal negatif baterai ke terminal motor DC yang lain.
    • Catatan: Jika ingin mengontrol arah gerak, siswa perlu menambahkan saklar yang memungkinkan pertukaran kutub baterai ke motor.
  3. Memasang Roda: Roda-roda tersebut perlu dihubungkan ke poros motor DC agar saat motor berputar, roda ikut berputar dan menggerakkan robot. Ini bisa menggunakan sistem penggerak langsung atau melalui gearbox sederhana jika diperlukan.
  4. Menguji Coba: Setelah semua terhubung, nyalakan rangkaian untuk melihat apakah motor berputar dan roda bergerak. Jika tidak, periksa kembali sambungan kabel dan polaritas baterai.

Jawaban yang terstruktur dan logis akan mendapatkan nilai lebih.

Bagian 3: Budidaya (Aspek Pertanian dan Hortikultura Sederhana)

Budidaya di kelas VIII biasanya mencakup pengenalan tanaman pangan, sayuran, atau tanaman hias, serta teknik dasar penanamannya.

Contoh Soal 7 (Pilihan Ganda):

Manakah di antara berikut ini yang merupakan pupuk organik?
a. Urea
b. NPK
c. Kompos
d. ZA

Pembahasan:

Soal ini menguji pengetahuan siswa tentang jenis-jenis pupuk dan sumbernya.

  • Pupuk Anorganik: Pupuk Urea, NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium), dan ZA (Amonium Sulfat) adalah contoh pupuk yang diproduksi secara kimiawi dan mengandung unsur hara tertentu dalam bentuk yang mudah diserap tanaman.
  • Pupuk Organik: Kompos adalah contoh pupuk yang berasal dari sisa-sisa organik seperti daun, batang, kotoran hewan, yang telah mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme. Pupuk ini tidak hanya menyediakan unsur hara tetapi juga memperbaiki struktur tanah.

Jawaban yang benar adalah c. Kompos.

Contoh Soal 8 (Uraian Singkat):

Jelaskan dua faktor penting yang perlu diperhatikan saat memilih lokasi untuk menanam sayuran!

Pembahasan:

Soal ini mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.

  1. Ketersediaan Sinar Matahari: Sebagian besar sayuran membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk berfotosintesis dan tumbuh dengan baik. Lokasi yang terlalu teduh mungkin tidak cocok untuk jenis sayuran tertentu. Tingkat kebutuhan sinar matahari bervariasi antar jenis sayuran, ada yang butuh sinar matahari penuh, ada yang bisa toleran terhadap naungan parsial.
  2. Ketersediaan Air dan Drainase: Tanaman membutuhkan air untuk hidup, namun genangan air yang berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk. Oleh karena itu, lokasi penanaman harus memiliki akses yang memadai ke air (untuk irigasi jika diperlukan) dan sistem drainase yang baik agar air hujan atau penyiraman berlebih tidak menggenang. Tanah yang gembur dan porous biasanya memiliki drainase yang baik.
  3. Kesuburan Tanah: Tanah yang subur kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Jika tanah kurang subur, perlu dilakukan perbaikan dengan penambahan pupuk organik atau anorganik. Pengujian pH tanah juga penting untuk memastikan kesesuaian dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.
  4. Aksesibilitas: Lokasi yang mudah dijangkau memudahkan perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, dan pemanenan.

Siswa cukup menjelaskan dua faktor utama dari daftar di atas dengan argumen yang jelas.

Contoh Soal 9 (Analisis Kebutuhan):

Pak Budi ingin menanam cabai di kebun belakang rumahnya. Ia mengamati bahwa di sore hari, area tersebut cukup teduh karena tertutup pohon mangga. Namun, di pagi hari hingga siang, area tersebut terkena sinar matahari langsung. Tanah di area tersebut terlihat agak padat. Menurut Anda, apakah lokasi tersebut cocok untuk menanam cabai? Berikan alasan Anda!

Pembahasan:

Soal ini menguji kemampuan siswa dalam menganalisis situasi dan menerapkan pengetahuan budidaya.

  • Analisis Kebutuhan Cabai: Cabai membutuhkan sinar matahari yang cukup (minimal 6-8 jam sehari) untuk pertumbuhan optimal dan pembungaan yang baik. Tanah yang gembur dan kaya unsur hara juga penting, serta drainase yang baik.
  • Evaluasi Lokasi:
    • Sinar Matahari: Lokasi mendapatkan sinar matahari di pagi hingga siang hari, yang cukup untuk kebutuhan cabai. Naungan di sore hari bisa jadi keuntungan karena mencegah panas berlebihan di sore hari yang terik.
    • Kondisi Tanah: Tanah yang agak padat adalah kelemahan. Tanah padat menghambat perakaran, drainase, dan aerasi (pertukaran udara).
  • Kesimpulan dan Saran: Ya, lokasi tersebut cukup cocok, namun perlu dilakukan perbaikan tanah.
    • Alasan: Kebutuhan sinar matahari terpenuhi. Namun, tanah yang padat perlu diolah agar lebih gembur.
    • Saran Perbaikan: Sebelum menanam, tanah perlu dicangkul atau digemburkan. Penambahan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang akan sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan memperbaiki drainase.

Jawaban yang baik akan membandingkan kondisi lokasi dengan kebutuhan tanaman dan memberikan solusi konkret.

Bagian 4: Pengolahan (Konsep Dasar dan Penerapan)

Pengolahan dalam prakarya kelas VIII biasanya berfokus pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk makanan atau kerajinan sederhana.

Contoh Soal 10 (Pilihan Ganda):

Salah satu tujuan utama dari proses pengawetan makanan adalah:
a. Menambah rasa manis pada makanan
b. Meningkatkan kadar air dalam makanan
c. Menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan
d. Membuat makanan menjadi lebih renyah

Pembahasan:

Soal ini menguji pemahaman siswa tentang prinsip dasar pengolahan dan pengawetan makanan.

  • Proses pengawetan bertujuan untuk memperpanjang masa simpan makanan dengan cara mencegah atau memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, jamur, ragi) dan reaksi kimia tertentu.
  • Metode pengawetan seperti pengeringan, pemanasan (sterilisasi, pasteurisasi), pendinginan, pembekuan, penambahan gula, garam, atau asam, semuanya bekerja dengan menciptakan kondisi yang tidak memungkinkan mikroorganisme berkembang biak.

Jawaban yang tepat adalah c. Menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan.

Contoh Soal 11 (Uraian Singkat):

Sebutkan dua metode pengolahan pangan yang umum digunakan untuk hasil pertanian, selain pengeringan! Jelaskan secara singkat cara kerjanya!

Pembahasan:

Soal ini meminta siswa mengidentifikasi dan menjelaskan metode pengolahan pangan.

  • Metode Pemanasan (Pemasakan/Perebusan/Pengukusan): Metode ini menggunakan suhu tinggi untuk membunuh sebagian besar mikroorganisme dan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan. Pemanasan juga dapat melunakkan tekstur bahan pangan, sehingga lebih mudah dicerna, dan terkadang meningkatkan rasa.
    • Cara Kerja: Bahan pangan dipanaskan pada suhu tertentu selama waktu tertentu. Contoh: merebus telur, mengukus sayuran, membuat selai.
  • Metode Fermentasi: Proses ini melibatkan penggunaan mikroorganisme (seperti bakteri atau ragi) untuk mengubah karbohidrat dalam bahan pangan menjadi alkohol atau asam organik. Produk sampingan ini bertindak sebagai pengawet alami dan juga memberikan rasa serta aroma khas pada makanan.
    • Cara Kerja: Bahan pangan dicampur dengan starter mikroorganisme dan dibiarkan bereaksi dalam kondisi tertentu (suhu, kelembaban). Contoh: pembuatan yogurt, tape, kecap.
  • Metode Pengasinan/Pemanisan: Penambahan garam atau gula dalam jumlah tinggi dapat menciptakan lingkungan hipertonik yang menarik air keluar dari sel mikroorganisme, sehingga menghambat pertumbuhan mereka.
    • Cara Kerja: Bahan pangan direndam dalam larutan garam pekat atau dilapisi gula dalam jumlah banyak. Contoh: ikan asin, buah manisan.

Siswa cukup memilih dua metode dan menjelaskan cara kerjanya secara ringkas.

Contoh Soal 12 (Perancangan Resep Sederhana):

Pak Tani memiliki hasil panen pisang yang cukup banyak. Ia ingin mengolah sebagian pisang tersebut menjadi keripik pisang. Buatlah rancangan resep sederhana untuk membuat keripik pisang, sebutkan bahan-bahan yang diperlukan dan langkah-langkah pembuatannya!

Pembahasan:

Soal ini mendorong kreativitas siswa dalam merancang resep berdasarkan pengetahuan pengolahan.

Resep Keripik Pisang Sederhana

Bahan-bahan:

  1. Pisang kepok atau pisang raja yang matang tapi masih kokoh (sekitar 5-10 buah)
  2. Minyak goreng secukupnya
  3. Garam secukupnya (opsional, untuk rasa gurih)
  4. Gula pasir (opsional, untuk rasa manis)

Alat-alat:

  1. Pisau tajam
  2. Talenan
  3. Wajan
  4. Spatula/saringan minyak
  5. Tisu dapur atau wadah untuk meniriskan

Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Persiapan Pisang: Kupas pisang dan iris tipis-tipis (sekitar 1-2 mm). Gunakan alat pengiris keripik jika ada untuk mendapatkan ketebalan yang seragam. Pisang yang terlalu matang dan lembek akan sulit diiris tipis.
  2. Perendaman (Opsional): Jika diinginkan rasa yang gurih, larutkan sedikit garam dalam air dan rendam irisan pisang sebentar. Jika ingin manis, bisa juga diiris dan ditaburi gula tipis-tipis.
  3. Penggorengan: Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api sedang. Pastikan minyak cukup banyak agar pisang terendam.
  4. Menggoreng Irisan Pisang: Masukkan irisan pisang satu per satu ke dalam minyak panas. Jangan terlalu banyak memasukkan pisang sekaligus agar tidak saling menempel dan suhu minyak tidak turun drastis. Goreng hingga pisang berwarna kuning keemasan dan terasa renyah. Aduk sesekali agar matang merata.
  5. Meniriskan: Angkat keripik pisang menggunakan saringan minyak dan tiriskan di atas tisu dapur atau rak kawat untuk menghilangkan kelebihan minyak.
  6. Penyajian: Biarkan keripik pisang dingin sepenuhnya sebelum disimpan dalam wadah kedap udara agar tetap renyah.

Jawaban yang baik akan mencakup daftar bahan dan alat yang jelas, serta urutan langkah yang logis dan mudah diikuti.

Penutup:

Contoh-contoh soal di atas dirancang untuk mencakup berbagai aspek materi prakarya semester 2 kelas VIII. Penting bagi siswa untuk tidak hanya menghafal jawaban, tetapi juga memahami konsep di baliknya. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar dalam kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan, siswa akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, baik dalam penilaian akademik maupun dalam mengembangkan potensi kreatif dan keterampilan praktis mereka di masa depan. Mendorong eksperimen, bertanya, dan berlatih secara langsung adalah kunci utama keberhasilan dalam mata pelajaran prakarya.

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these