Fisika, sebagai ilmu yang mempelajari alam semesta dari fenomena terkecil hingga skala kosmik, seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang. Namun, dengan pemahaman konsep yang kuat dan latihan soal yang konsisten, tantangan tersebut dapat diatasi. Terutama bagi siswa kelas XI SMA yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) Fisika, pemahaman materi semester genap menjadi krusial.
Semester 2 untuk Fisika kelas XI biasanya mencakup topik-topik penting seperti Osilasi dan Gelombang, Bunyi dan Cahaya, serta Listrik Dinamis. Ketiga topik ini saling terkait dan membentuk fondasi penting untuk pemahaman fisika di tingkat yang lebih tinggi. Artikel ini akan membahas secara mendalam contoh-contook soal UAS Fisika Kelas XI Semester 2, lengkap dengan pembahasan yang mudah dipahami, untuk membantu Anda menguasai materi dan meraih hasil maksimal.
Bagian 1: Osilasi dan Gelombang – Menggambarkan Gerakan Berulang
Topik osilasi dan gelombang mengupas tentang gerak yang berulang-ulang dalam interval waktu tertentu. Memahami konsep seperti frekuensi, periode, amplitudo, dan cepat rambat gelombang adalah kunci untuk menjawab soal-soal di bagian ini.
Contoh Soal 1: Gerak Harmonik Sederhana (GHS)

Sebuah pegas memiliki konstanta pegas $100 text N/m$. Jika massa $0,5 text kg$ digantungkan pada pegas tersebut dan kemudian digetarkan, tentukan:
a. Periode getaran
b. Frekuensi getaran
c. Frekuensi sudut getaran
Pembahasan:
Gerak harmonik sederhana (GHS) adalah gerakan bolak-balik yang terjadi ketika gaya pemulih berbanding lurus dengan simpangannya dan selalu berlawanan arah dengan simpangan. Untuk sistem massa-pegas, periode getaran ($textT$) dapat dihitung dengan rumus:
$textT = 2pi sqrtfracmk$
Di mana:
- $textm$ = massa benda (kg)
- $textk$ = konstanta pegas (N/m)
Diketahui:
- $textk = 100 text N/m$
- $textm = 0,5 text kg$
a. Periode getaran (T):
$textT = 2pi sqrtfrac0,5 text kg100 text N/m$
$textT = 2pi sqrt0,005 text s^2$
$textT = 2pi times 0,0707 text s$
$textT approx 0,444 text s$
b. Frekuensi getaran (f):
Frekuensi adalah kebalikan dari periode ($textf = 1/textT$).
$textf = frac10,444 text s$
$textf approx 2,25 text Hz$
c. Frekuensi sudut getaran ($omega$):
Frekuensi sudut dapat dihitung dengan rumus $omega = 2pi textf$ atau $omega = frac2pitextT$.
$omega = 2pi times 2,25 text Hz$
$omega approx 14,14 text rad/s$
Contoh Soal 2: Gelombang Transversal
Sebuah tali digetarkan sehingga menghasilkan gelombang transversal dengan panjang gelombang $0,5 text m$ dan cepat rambat gelombang $20 text m/s$. Tentukan frekuensi gelombang tersebut.
Pembahasan:
Hubungan antara cepat rambat gelombang ($textv$), frekuensi ($textf$), dan panjang gelombang ($lambda$) dinyatakan dalam rumus:
$textv = lambda textf$
Di mana:
- $textv$ = cepat rambat gelombang (m/s)
- $lambda$ = panjang gelombang (m)
- $textf$ = frekuensi gelombang (Hz)
Diketahui:
- $lambda = 0,5 text m$
- $textv = 20 text m/s$
Ditanya: $textf$
Maka,
$textf = fractextvlambda$
$textf = frac20 text m/s0,5 text m$
$textf = 40 text Hz$
Jadi, frekuensi gelombang tersebut adalah $40 text Hz$.
Bagian 2: Bunyi dan Cahaya – Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari
Topik bunyi dan cahaya mengeksplorasi sifat-sifat gelombang yang kita rasakan dan lihat setiap hari. Mulai dari cepat rambat bunyi di berbagai medium, interferensi, difraksi, hingga spektrum cahaya.
Contoh Soal 3: Cepat Rambat Bunyi
Seorang pendaki melihat kilat petir dan 5 detik kemudian mendengar suara guntur. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah $340 text m/s$, berapakah jarak petir tersebut dari pendaki?
Pembahasan:
Bunyi merambat dari sumbernya ke pendengar. Dalam kasus ini, kita dapat menganggap cahaya merambat hampir seketika dibandingkan dengan bunyi. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk mendengar suara guntur adalah waktu yang dibutuhkan bunyi untuk merambat dari petir ke pendaki.
Rumus yang digunakan adalah:
Jarak = Kecepatan $times$ Waktu
Di mana:
- Kecepatan = cepat rambat bunyi ($textv$)
- Waktu = $textt$
Diketahui:
- $textt = 5 text s$
- $textv = 340 text m/s$
Ditanya: Jarak
Maka,
Jarak = $340 text m/s times 5 text s$
Jarak = $1700 text m$
Jadi, jarak petir tersebut dari pendaki adalah $1700 text meter$ atau $1,7 text km$.
Contoh Soal 4: Interferensi Cahaya (Celat Ganda Young)
Cahaya monokromatik dengan panjang gelombang $600 text nm$ jatuh tegak lurus pada celah ganda yang berjarak $0,2 text mm$. Pola interferensi diamati pada layar yang berjarak $1 text m$ dari celah. Tentukan jarak antara dua garis terang berurutan (orde pertama dengan orde kedua).
Pembahasan:
Untuk interferensi pada celah ganda Young, jarak antara dua garis terang berurutan (orde ke-$textn$ dan orde ke-$textn+1$) pada layar dihitung menggunakan rumus:
$y_n+1 – y_n = fraclambda Ld$
Di mana:
- $lambda$ = panjang gelombang cahaya (m)
- $textL$ = jarak celah ke layar (m)
- $textd$ = jarak antar celah (m)
Diketahui:
- $lambda = 600 text nm = 600 times 10^-9 text m$
- $textd = 0,2 text mm = 0,2 times 10^-3 text m$
- $textL = 1 text m$
Ditanya: Jarak antara dua garis terang berurutan.
Maka,
Jarak = $frac(600 times 10^-9 text m) times (1 text m)0,2 times 10^-3 text m$
Jarak = $frac600 times 10^-90,2 times 10^-3 text m$
Jarak = $3000 times 10^-6 text m$
Jarak = $3 times 10^-3 text m$
Jarak = $3 text mm$
Jadi, jarak antara dua garis terang berurutan adalah $3 text mm$.
Bagian 3: Listrik Dinamis – Aliran Muatan Listrik
Listrik dinamis mempelajari tentang muatan listrik yang bergerak, yang dikenal sebagai arus listrik. Konsep-konsep seperti kuat arus, tegangan, hambatan, hukum Ohm, rangkaian seri dan paralel, serta daya listrik sangat penting dalam bagian ini.
Contoh Soal 5: Hukum Ohm dan Rangkaian Seri
Tiga buah resistor dengan hambatan $R_1 = 2 Omega$, $R_2 = 3 Omega$, dan $R_3 = 5 Omega$ dirangkai seri. Jika tegangan total yang diberikan pada rangkaian adalah $12 text V$, tentukan:
a. Hambatan total rangkaian
b. Kuat arus yang mengalir pada rangkaian
c. Tegangan pada masing-masing resistor
Pembahasan:
Dalam rangkaian seri, hambatan total adalah jumlah dari masing-masing hambatan. Kuat arus yang mengalir pada setiap komponen dalam rangkaian seri adalah sama. Tegangan pada masing-masing resistor berbeda dan jumlahnya sama dengan tegangan total.
a. Hambatan total (R_total):
$R_total = R_1 + R_2 + R3$
$Rtotal = 2 Omega + 3 Omega + 5 Omega$
$R_total = 10 Omega$
b. Kuat arus (I):
Menurut Hukum Ohm, $textV = textI times textR$. Maka, $textI = textV / textR$.
$textI = fracVtotalRtotal$
$textI = frac12 text V10 Omega$
$textI = 1,2 text A$
c. Tegangan pada masing-masing resistor:
-
Tegangan pada $R_1$ ($textV_1$):
$textV_1 = textI times R_1$
$textV_1 = 1,2 text A times 2 Omega$
$textV_1 = 2,4 text V$ -
Tegangan pada $R_2$ ($textV_2$):
$textV_2 = textI times R_2$
$textV_2 = 1,2 text A times 3 Omega$
$textV_2 = 3,6 text V$ -
Tegangan pada $R_3$ ($textV_3$):
$textV_3 = textI times R_3$
$textV_3 = 1,2 text A times 5 Omega$
$textV_3 = 6,0 text V$ -
Cek: $V_1 + V_2 + V_3 = 2,4 text V + 3,6 text V + 6,0 text V = 12 text V$ (sesuai dengan tegangan total).
Contoh Soal 6: Hukum Kirchhoff dan Daya Listrik
Dalam sebuah rangkaian listrik terdapat dua buah resistor, $R_1 = 4 Omega$ dan $R_2 = 6 Omega$, yang dihubungkan paralel dengan sumber tegangan $12 text V$.
a. Tentukan hambatan total rangkaian paralel tersebut.
b. Hitung kuat arus total yang mengalir dalam rangkaian.
c. Hitung daya listrik yang didisipasikan oleh masing-masing resistor.
Pembahasan:
Dalam rangkaian paralel, kebalikan dari hambatan total sama dengan jumlah kebalikan dari masing-masing hambatan. Kuat arus total adalah jumlah dari kuat arus yang mengalir pada setiap cabang. Tegangan pada setiap komponen dalam rangkaian paralel adalah sama.
a. Hambatan total (R_total):
$frac1R_total = frac1R_1 + frac1R2$
$frac1Rtotal = frac14 Omega + frac16 Omega$
$frac1Rtotal = frac312 Omega + frac212 Omega$
$frac1Rtotal = frac512 Omega$
$R_total = frac125 Omega = 2,4 Omega$
b. Kuat arus total (I_total):
$textItotal = fracVtotalRtotal$
$textItotal = frac12 text V2,4 Omega$
$textI_total = 5 text A$
c. Daya listrik yang didisipasikan:
Daya listrik dapat dihitung dengan rumus $textP = textV times textI$ atau $textP = fracV^2R$ atau $textP = I^2 R$. Karena tegangan pada masing-masing resistor sama dengan tegangan sumber, lebih mudah menggunakan $textP = fracV^2R$.
* Daya pada $R_1$ ($textP_1$):
$textP_1 = fracV_total^2R_1$
$textP_1 = frac(12 text V)^24 Omega$
$textP_1 = frac144 text V^24 Omega$
$textP_1 = 36 text Watt$
* Daya pada $R_2$ ($textP_2$):
$textP_2 = fracV_total^2R_2$
$textP_2 = frac(12 text V)^26 Omega$
$textP_2 = frac144 text V^26 Omega$
$textP_2 = 24 text Watt$
* *Cek*: Daya total = $textP_1 + textP_2 = 36 text W + 24 text W = 60 text W$.
Daya total juga dapat dihitung dari arus total dan tegangan total: $textP_total = textV_total times textI_total = 12 text V times 5 text A = 60 text W$. Hasilnya konsisten.
Tips Menghadapi UAS Fisika:
- Pahami Konsep Dasar: Jangan hanya menghafal rumus. Pahami makna fisik di balik setiap konsep.
- Latihan Soal Beragam: Kerjakan berbagai macam soal, mulai dari yang mudah hingga yang menantang, dari berbagai sumber.
- Buat Catatan Ringkas: Rangkum rumus-rumus penting dan definisi kunci.
- Diskusi dengan Teman: Belajar bersama dapat membantu Anda melihat soal dari sudut pandang yang berbeda dan memperkuat pemahaman.
- Manfaatkan Sumber Daya: Gunakan buku paket, modul, video pembelajaran, dan forum diskusi online.
- Simulasikan Ujian: Coba kerjakan soal latihan dalam batas waktu tertentu untuk melatih manajemen waktu.
- Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari ujian agar otak Anda berfungsi optimal.
Kesimpulan
Menguasai Fisika Kelas XI Semester 2 adalah kunci untuk meraih kesuksesan dalam UAS. Dengan memahami konsep-konsep osilasi dan gelombang, bunyi dan cahaya, serta listrik dinamis, Anda akan lebih percaya diri dalam menjawab setiap soal. Contoh soal dan pembahasan mendalam yang disajikan dalam artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan berharga bagi Anda dalam mempersiapkan diri. Ingatlah, konsistensi dalam belajar dan latihan adalah kunci utama. Selamat belajar dan semoga sukses dalam UAS Anda!